Sebelum kita membahas tentang Energi Nuklir, mari kita mengetahui terlebih dahulu apa itu Energi Terbarukan.
Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari alam dan jumlah nya sangat banyak hampir tak terbatas. Contoh energi terbarukan adalah sinar matahari, angin, biomassa, air, nuklir dan lainnya. Karena energi ini berlimpah dan ramah lingkungan, banyak ilmuwan yang menganjurkan untuk memakai energi ini dibandingkan energi non terbarukan seperti minyak bumi. Energi terbarukan relatif lebih murah dan mudah dalam mengaplikasikan nya ke dalam teknologi yang ada di zaman ini.
Energi Nuklir
Energi nuklir adalah bentuk energi yang dihasilkan dari reaksi antar partikel dan dilepaskan dari nukleus, berada di inti atom yang terdiri dari proton neutron.
Energi nuklir dapat dihasilkan melalui pembelahan inti(fisi) atau penggabungan beberapa inti(fusi).
Dalam reaksi fisi, inti berat yang ditumbuk oleh partikel dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Reaksi fisi menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat diserap kembali oleh inti untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Reaksi ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali dan terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat.
Dalam reaksi fusi, Deuterium bereaksi dengan Tritium untuk menghasilkan helium-4 dan melepas sejumlah energi. Karena Deuterium dan Tritium bermuatan listrik maka terjadi gaya tolak Coulomb saat keduanya bertumbukan. Karena membutuhkan energi yang besat untuk terjadinya reaksi, kita dapat mempercepat reaksi melalui akselerator yang kemudian diserap pada Deuteriun atau Tritium lain.(reaktor fusi inersial). Kita juga dapat memanaskan plasma Deuterium dan Tritium sampai suhu ratusan juta derajat Celsius, hal ini dapat memicu reaksi fusi nuklir antara Deuterium dengan Tritium(reaktor fusi termonuklir). Akan tetapi, reaktor fusi nuklir yang ada saat ini belum ada yang mampu menghasilkan reaksi fusi nuklir yang bertahan lama.
Walaupun energi nuklir memiliki dampak negatif seperti limbah pembuangan sisa nya dan juga radiasi yang ada di sekitar nya, mari kita fokus kepada hal positif nya.
Energi nuklir yang dijadikan sebagai pembangkit listrik (PLTN) menjadi cara untuk menghemat sumber daya nasional, mengurangi penggunaan minyak bumi, batubara dan gas bumi, mengurangi emisi gas rumah kaca dan memhasilkan pasokan energi untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang. Pembangkit listrik berbasis nuklir dianggap lebih ramah lingkungan daripada pembangkit listrik berbasis bahan bakar minyak. Emisi karbon dioksida pembangkit energi nuklir lebih rendah daripada batu bara, minyak bumi,gas alam,bahkan hidroenergi dan pembangkit energi surya.
Dalam bidang penelitian terutama banyak dilakukan oleh BATAN mulai dari skala kecil sampai dengan skala besar. Pemanfaatan dalam bidang kesehatan dapat dilihat seperti untuk diagnosa,menggunakan radiasi untuk terapi yang membunuh sel-sel kanker. Tenaga nuklir juga dimanfaatkan pada bidang-bidang lainnya seperti bidang pertanian, peternakan, hidrologi, industri, , penggunaan zat radioaktif dan sinar-X untuk radiografi, logging, gauging, analisa bahan, kaos lampu, perunut (tracer) dan lain-lain.
saluteee...
ReplyDelete